Saat itu pelaku, Solehan (35) memukul korban yang membawa piring berisi makanan dan minuman. Korban langsung dipukul sandal dan terjatuh. Setelah itu pelaku memukul kepala korban dengan palu hingga tewas.
"Korban mau makan dan dipukul sandal hingga terjatuh, saat jatuh si ibu memukulnya dengan palu. Kasus ini terungkap dari informasi keluarga dan tetangga sekitar. Korban informasinya dikubur di septic tank," kata Kapolsek Sumberbaru AKP Saidi kepada detikcom di lokasi, Selasa (5/8/2014).
Untuk mengungkap kebenaran informasi dari pihak keluarga dan tetangga sekitar, Polres Jember segera membongkar lokasi yang diduga tempat mengubur mayat korban.
"Semula kasus ini ditutupi oleh ibunya. Tapi anak keduanya mengetahui pembunuhan yang dilakukan setahun lalu itu. Dia juga diancam ibunya agar tidak membocorkan perbuatan itu," tambahnya.
Mengantisipasi membludaknya warga untuk melihat pembongkaran septic tank, polisi telah memasang police line di lokasi. "Informasi dari polsek sudah dilaporkan. Sekarang TKP sudah kami police line," tegas Kasat Reskrim Polres Jember AKP Sunarto.
Dia menambahkan, semua alat bukti telah lengkap. Tinggal polisi memastikan kebenarannya dengan membongkar septic tank di rumah Solehan yang kini statusnya ditingkatkan menjadi tersangka.
"Hanya barang bukti mayat yang belum. Kami sudah menyiapkan peralatan forensik dan medis untuk pembongkaran," ujarnya.
Dari pantauan detikcom, septic tank di rumah tersebut dicor. Agar tidak menimbulkan bau, Solehan menutupnya senga mengecor bagian atas dan menumpukinya dengan kayu bakar.
(fat/fat)











































