Di dalam majalah edisi ke tiga itu, terdapat beragam foto kekerasan yang dilakukan relawan ISIS terhadap tentara Irak, dan juga rencana pergerakan untuk menyerang negara Islam yang tidak sepaham, diantaranya adalah Iran dan Arab Saudi.
Pada sampul belakangnya ada rekening Bank BCA dan Bank Muamalat untuk donasi, atas nama Tuah Febriwasyah.
Cover majalah menampilkan foto seorang pria arab mengibarkan bendera ISIS dan dibawahnya bertulis 'Islamic State Undercover'. Dalam majalah itu juga memuat beberapa judul, diantaranya tentang sejarah dan perkembangan Khilafah Ibrahim, terkait tauhid, jihad serta aqidah Khilafah Ibrahim.
Aji Prasetyo (38), warga Kota Malang, memiliki majalah tersebut. Dia memperolehnya usai mengikuti deklarasi sosialisasi Ansharul Khilafah Jawa Timur di sebuah masjid di Dusun Sempu, Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, akhir bulan lalu.
"Undangan saya dapatkan dari facebook soal deklarasi itu. Setelah saya cermati ada kalimat dukungan pada daulah Khilafah Islamiyah dan foto Syekh Baghdadi, itu indikasi ISIS yang kuat," katanya saat ditemui detikcom, Senin (4/8/2014).
Menurut dia, majalah ini sebagai media membantu sosialisasi penggalangan massa atas dukungan terhadap Amir Daulah Khilafah, Syaikh Abu Bakr al-Baghdadi.
"Selain majalah, brosur dan stiker ikut diedarkan oleh mereka. Kalau dibaca betul, banyak memuat aksi kebrutalan dan sangat tidak cocok dengan masyarakat Indonesia," tuturnya.
Hadirnya gerakan serta penyebaran majalah ini sangat dikhawatirkan, bisa memicu keresahan di masyarakat. Pihaknya pun mendesak aparat keamanan segera bertindak memberantas jaringan kelompok tersebut.
"Kami resah karena gerakan ISIS sangat brutal. Bagaimana mereka membunuh ulama yang tidak sepaham, anak-anak dan wanita. Kami takut gerakan ini akan muncul dan berkembang di Malang," keluhnya.
Aji dan kawan-kawannya memilih untuk menangkal berkembangnya jaringan kelompok ini melalui media sosial. Setelah aparat keamanan dianggap pasif merespon pergerakan kelompok tersebut.
"Mereka deklarasi bawa nama Jawa Timur, ini harus disikapi," tandasnya.
(kha/kha)











































