Mereka adalah Halil Fausi (24) warga Gading-Probolinggo, Indra (20) warga Manggala-Makasar dan Latif Fitra (20)n warga Gading, Probolinggo. Mereka bertiga merupakan karyawan di depot Soto Makasar di Jalan Bumi Indah.
"Para tersangka sudah melakukan askinya di tujuh lokasi," kata AKBP Sumaryono kepada wartawan di Polsek Sukomanunggal, Minggu (3/8/2014).
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini mengatakan, para tersangka ini antara lain beraksi di Jalan Kupang Jaya sebanyak dua kali dengan hasil motor Yamaha Mio dan Honda Supra X 125. Lalu sebuah motor Yamaha Jupiter juga berhasil dirampas para tersangka di Jalan Patimura, Tandes.
Aksi terakhir para tersangka dilakukan di Jalan Patimura di dekat Perumahan Green Garden. Saat itu motor yang dikendarai tersangka memotong motor korban yang bernama Ivan (17). Tersangka Latif lalu turun dan membentak korban yang saat itu membonceng pacarnya.
Korban ketakutan. Tersangka Indra kemudian mengambil kunci motor korban dan langsung menyuruh korban turun. Untuk selanjutnya motor itu dilarikan. Untunglah suara minta tolong korban didengar polisi yang sedang berpatroli.
Para tersangka dikejar dan tertangkap. Tersangka Halil dan Indra terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri. Kepada polisi, para tersangka mengaku motor hasil rampasannya dijual ke penadah yang telah menjadi langganannya.
"Motor hasil curian dijual seharga Rp 1,5 juta. Hasilnya dibagi. Uangnya digunakan para tersangka untuk mabuk-mabukan," ujar Sumaryono.
Sementara Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muhammad Purbaya mengatakan, para tersangka belajar melakukan aksi curanmor dari tetangga kos-nya. Tetangga kos tersebut kerap melakukan aksi penjambretan dan perampasan sehingga para tersangka lambat laun mulai ikut beraksi.
"Sasarannya adalah perempuan, para remaja tanggung dan remaja yang sedang berpacaran," tandas Purbaya.
(iwd/fat)











































