Namun, polisi belum bisa menemukan satu orang pun pemilik petasan tersebut. Sejumlah 100 anggota Polres Jombang dikerahkan untuk menyisir pekarangan rumah warga Desa Keras. Hasilnya, anggota menemukan ratusan biji 'sreng dor' yang terbungkus karung plastik. Barang berbahaya ini disembunyikan pemiliknya di kebun salak dan lahan pembuatan bata merah.
Tak hanya itu, penyisiran yang dilakukan petugas juga menemukan bahan baku untuk membuat petasan dan belasan petasan jadi berdiameter 22 cm. "Razia kali ini kita temukan ribuan mercon berbagai jenis di desa tersebut," kata Kapolres Jombang, AKBP Ahmad Yusef Gunawan kepada wartawan usai razia, Minggu (3/8/2014).
Informasi yang dihimpun detikcom, ratusan petasan ini akan disulut warga saat malam lebaran ketupat yang jatuh hari ini. Menyulut petasan dalam jumlah besar di Desa Keras menjadi tradisi tahunan. Hampir setiap tahun, jatuh korban luka dan tewas akibat ledakan petasan di desa tersebut.
Namun demikian, Yusef menambahkan, tidak ada seorang pun yang ditangkap dalam razia kali ini. Menurutnya, ribuan petasan ini ditemukan di luar rumah warga. "Kemungkinan pemiliknya sudah mengetahui akan ada razia, sehingga diletakkan di luar rumah agar diambil sendiri oleh petugas," ungkapnya.
Yusef menambahkan, dalam razia kali ini, pihaknya menyita 800 biji 'sreng dor', petasan ukuran besar dan 5 kantong plastik bahan pembuat petasan.
"Jumlah pastinya mencapai ribuan, seluruhnya akan kita musnahkan sebab beresiko pada kerugian materi dan nyawa," tandasnya.
Dalam razia kali ini, petugas berseragam coklat ini sempat mendapatkan perlawanan dari warga Desa Keras. Namun, situasi kembali kondusif setelah polisi memutuskan keluar dari Desa Keras. Namun Yusef berjanji akan melakukan razia lanjutan di lokasi tersebut.
(fat/fat)











































