"Kami masih dalami kejadian ini, termasuk mencari tiga orang teman korban yang membawa lari motornya," ujar Kapolsek Sawahan AKP Gathut Bowo kepada wartawan, Sabtu (2/8/2014).
Peristiwa tersebut berawal saat Slamet dan tiga temannya mendatangi kafe Dondong di Jalan Jarak. Di cafe tersebut mereka berempat berpesta miras. Di situ mereka setidaknya menenggak 10 botol miras jenis bir. Tak puas dari situ, mereka lalu menyewa sebuah room karaoke dan menenggak lagi empat botol bir di situ.
"Gambaran ini kami dapatkan dari rekaman cctv di lokasi," lanjut Gathut.
Setelah pesta miras itu, Slamet sempoyongan. Oleh temanntya, Slamet dipulangkan menggunakan becak. Diketahui akhirnya becak itu mengantarkan Slamet ke Polsek Dukuh Pakis.
"Diantarkan ke Polsek Dukuh Pakis karena korban sudah tewas meski saat masuk becak korban masih hidup. Karena lokasi kejadian masuk wilayah Sawahan, maka laporan itu diteruskan ke kami," ujar Gathut.
Sementara itu, keluarga korban melihat ada banyak kejanggalan dari kasus ini. Aripin, adik ipar Slamet curiga dengan kakaknya yang dibawa oleh becak. Becak itu, duga Aripin, sengaja telah disiapkan teman Slamet untuk membawa Slamet pergi.
"Diantar pakai becak ke Wonokitri, padahal rumah kakak saya di Wonorejo," ujar Aripin.
Usut punya usut, ternyata tiga teman korban sempat membuntuti becak yang membawa Slamet. Namun sesaat kemudian mereka langsung menghilang. Tentu saja si tukang becak kebingungan. Apalagi melihat Slamet sudha tak bergerak lagi. Karena itu si tukang becak membawa Slamet ke Polsek Dukuh Pakis.
"Motor korban memang hilang. Tetapi apakah betul itu memang motornya, masih kami selidiki," tandas Gathut.
(iwd/iwd)











































