Korban tewas akibat aksi Abdul bersama kawanannya adalah Nurrizal Tsani (28), warga Jalan Karah Indah V, Jambangan. Nurrizal tewas akibat melawan saat motornya hendak dirampas pada Sabtu (19/7/2014) lalu.
"Korban akibat perbuatan tersangka ini tewas, sementara satu korban lagi terluka bacok," ujar Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Agung Pribadi dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Sabtu (2/7/2014).
Saat itu Nurrizal berboncengan dengan Arya Adwitiya (28), warga Jalan Blimbing III, Pondok Chandra, Waru, Sidoarjo. Mereka berkendara dari arah Jalan Medokan Semampir Tengah menuju ke arah Jalan Merr.
Saat melintasi perempatan Merr, mereka dihentikan oleh sekawanan orang berjumlah delapan dan berkendara empat motor. Kawanan itu menuduh Nurrizal telah melanggar traffic light.
Mereka memaksa Nurrizal dan Arya turun dari motor dan hendak merampas motornya. Tetapi kedua korban menolak. Sempat terjadi cekcok mulut sebelum akhirnya clurit parapelaku berbicara.
Para pelaku dengan membabi buta menyabetkan celuritnya ke arah kedua korban. Meski sudah terkena bacok, namun Nurrizal dengan gigih tetap mempertahankan motornya sehingga para pelaku gagal merampas motor dan lebih memilih kabur.
Nurrizal tewas dengan luka bacok di dada, perut, dan kepala. Sementara Arya harus dirawat intensif setelah terbacok di bagian punggung dan lengannya.
(iwd/fat)











































