Namun keceriaan di hari lebaran saat berkumpul dengan keluarga besar tak bisa dirasakan oleh para karyawan dan keeper satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Justru bagi mereka, lebaran adalah waktu untuk bertugas dengan ekstra energi. Bagaimana tidak, mereka harus menerima 'tamu' alias pengunjung dalam jumlah besar.
H+1 saja, pengunjung yang tercatat di KBS mencapai 12 ribu orang. Begitu pula hari-hari selanjutnya. Bahkan diprediksi akhir pekan ini jumlah pengunjung akan mengalami lonjakan.
"Kita tetap masuk di libur lebaran, ya sudah kita atur waktunya secara bergiliran," kata Humas KBS Agus Supangkat saat bincang-bincang dengan detikcom, Kamis (31/7/2014).
Selain Agus Supangkat, yang tetap berkumpul dengan satwa adalah Rukin (45). Keeper di ruang nurseri ini setia menemani Damai (1 tahun) dan Riski (3 tahun). Dua nama itu bukan anak Rukin, melainkan anakan Orangutan.
Dua anakan orangutan itu dilahirkan Dora, induk asal Kalimantan. Karena masih balita, kedua anakan itu dirawat secara khusus hingga berumur lima tahun.
Setiap hari, Rukin pun dengan penuh kasih sayang memberikan minum susu kepada dua 'bayi' yang dijaganya.
"Damai ini unik, kalau bukan saya yang kasih minum susu pasti tidak mau," kata Rukin sembari memegangi botol berisi susu untuk Damai.
Apa yang dikatakan Rukin ini bukan isapan jempol. Saat detikcom mencoba menyodorkan susu dot, Damai menepis dan menjauh di kandang besinya.
"Bener kan, nggak mau dia. Kalau Riski nakal, susah minum susunya," tambah Rukin dengan tertawa.
Namun Damai dan Riski cukup ramah. Kedua anakan orangutan itu langsung menyodorkan tangannya saat wartawan berusaha menyalami.
"Selamat lebaran ya Damai dan Riski. Mohon maaf lahir batin ya," kata seorang wartawan sambil menjabat tangan Damai dan Riski secara bergantian.
Bagi Rukin tugasnya tersebut merupakan amanah yang harus dijaga. Selain Damai dan Riski, dia juga menjaga anakan komodo, ular dan telur-telur komodo yang sedang ditetaskan di ruang inkubator.
"Kita nikmati saja," kata Rukin yang mengaku tinggal di mess KBS ini.
Menurut Agus, Rukin itu merawat Damai dan Riski sejak dilaharkan induknya. Bahkan kedua nama itu yang memberikan si Rukin. "Dia tidak ada penggantinya," kata Agus Supangkat.
(try/try)











































