Pemasangan Plakat di Dolly Sempat Rusuh, Risma Mengaku tak akan Mundur

Pemasangan Plakat di Dolly Sempat Rusuh, Risma Mengaku tak akan Mundur

- detikNews
Senin, 28 Jul 2014 13:06 WIB
Pemasangan Plakat di Dolly Sempat Rusuh, Risma Mengaku tak akan Mundur
Surabaya - Pemasangan plakat 'Kelurahan Putat Jaya Bebas Lokalisasi' diwarnai aksi rusuh. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini akan terus mencoba untuk menjadikan eks lokalisasi Dolly dan Jarak menjadi tempat yang lebih baik.

"Memang tidak ada yang sempurna tapi kami akan mencobanya terus agar menjadi lebih baik," katanya di sela sela open house di rumah dinas, Senin (28/7/2014).

Alumus Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) ini mengaku sangat bersyukur atas proses alih fungsi lokalisasi. Bahkan tidak mengelak jika upayanya menutup Dolly dan Jarak dikatakan sebagai kado lebaran bagi warga Jawa Timur khususnya Kota Surabaya.

"Kalau dibilang gitu (Dolly kado lebaran) saya bersyukur tapi yang penting adalah bagaimana setelah ini, mengatasi masalah sosial dan psikis yang ada di situ untuk dikembalikan ke kondisi semula," ujarnya.

Ia mengungkapkan, jika upaya alih fungsi bagi wisma di lokalisasi Dolly dan Jarak adalah sebuah transformasi pekerjaan bagi para wanita harapan atau pekerja seks komersil.

"Ini hanya transformasi pekerjaan saja karena dampaknya luar biasa. Saya semakin tahu mereka selama ini juga selesai dari situ tidak punya apa apa, meski tiap hari mereka berlebih tapi arena menjadi konsumtif akhirnya mereka setelah selesai tidak punya apa apa. Jadi yang saya lihat seperti itu. Selain masalah anak anak mereka juga banyak sekali yang selama ini tidak bekerja, macam-macam alasannya," ungkap walikota yang diusung PDIP ini.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya juga mengatakan rencana alih fungsi Wisma New Barbara yang dibeli Pemkot senilai Rp 9 miliar akan dijadikan apa saja nantinya.

Risma akan berupaya dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), dirinya akan mengalokasikan untuk alih fungsi wisma yang sudah dibelinya. "Kita kan sudah beli wisma New Barbara itu, lantai satu nanti akan kita gunakan untuk sentra PKL, lantai dua akan dibantu perusahaan telekomunikasi untuk menjual pulsa, lalu perbaiki HP dan teknologi infomrasi lainnya. Untuk tiga dan empat kita gunakan broadband learning center dan perpustakaan serta lantai 6 untuk tempat bermain anak dan lantai 7 untuk balai RW," pungkas Risma.

(ze/try)
Berita Terkait