"Ada beberapa yang mengaku-ngaku dan jadi ajang ngaku-ngaku," kata Kabid Rahabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Surabaya, Dedi Sosialisto di Koramil Sawahan, tempat pengambilan dana stimulan, Kamis (24/7/2014).
Menurutnya, sudah ada dua wanita yang mengaku-ngaku sebagai PSK agar mendapat dana stimulan. Namun upaya aksi tipu beberapa wanita yang mengaku PSK ini tidak terjadi karena Lurah Putat Jaya mempunyai data dan metode untuk menverifikasi.
"Ketika ditanya wisma mana, mucikari namanya siapa wanita ini bingung siapa namanya, jalan wismanya mana. Makanya saya berpesan ke Pak Lurah kalau mencurigakan coret saja dan tidak ada dalam buku," imbuhnya.
Dedi menyebut, ada dua wanita yang mengaku-ngaku sebagai wanita harapan. Pertama, wanita diantar seorang pria. "Saat sesi verifikasi dengan wawancara, yang jawab selalu yang ngantar. Sedangkan wanitanya hanya diam dan bingung. Akhirnya mereka minta dipanding dulu.
"Ada juga yang sudah berhenti 3 tahun lalu. Karena berhenti 3 tahun lalu maka namanya tidak terdaftar dalam wanita harapan yang mendapat dana stimulan," ujarnya.
(ze/fat)










































