Dari total kuota penumpang tiap pemberangkatan, disediakan 200 tempat duduk. Namun kloter pertama ini terlihat hanya sekitar 80 an orang yang memanfaatkan mudik dengan jalur laut tersebut.
"Kuotanya per kapal 200 orang, sekarang terlihat sepi karena sebagian sudah terangkut kemarin dengan kapal yang berbayar. Masih ada lagi pemberangkatan mudik gratis tanggal 24, 26, 29, dan 31 Juli 2014," kata Administratur Pelabuhan Tanjung Wangi, Sri Sukesi, Selasa (22/07/2014).
Perempuan yang akrab disapa Kesi itu menuturkan, mudik gratis ini biasanya diminati oleh perantauan asal Madura yang bekerja di Bali. Namun tak sedikit juga warga asal Lombok dan Cianjur yang nikmati fasilitas mudik gratis ini.
Meski hari pertama mudik gratis jalur laut masih sepi peminat, Kesi menghimbau agar penumpang batasi barang bawaan. Hal itu dimaksudkan supaya selama perjalanan penumpang merasa nyaman.
"Kita batasi barang bawaan, hanya bahan makanan dan sembako saja," imbuh Kesi.
Selain menyediakan kapal untuk mudik gratis, otoritas Pelabuhan Tanjung Wangi juga mengoperasikan kapal perintis reguler KM Sabuk Nusantara. Cukup dengan membayar tiket Rp 39 ribu, kapal perintis ini melayani sejumlah tujuan di wilayah kepulauan Madura. Semisal, Sapekan-Pagerungan Besar-Kangean-Sapudi-Kalianget-Masalembo-Keramaian–Masalembu-Surabaya PP.
Meski terbilang sepi, Khoiri, salah satu peserta mudik gratis menuturkan jika perjalanannya kali ini terbilang cukup nyaman, karena tak perlu berdesakan dengan penumpang lain. Pria paruh baya yang hampir tiap tahun ikuti mudik gratis ini menambahkan program mudik gratis ini sangat membantu ia dan keluarganya setiap kali libur lebaran.
"Sangat terbantu dengan mudik gratis ini dan kalau sepi begini lebih enak longgar karena nggak perlu berdesakan," pungkasnya dengan logat kental Madura.
(bdh/bdh)











































