Beberapa daerah langganan macet yang menjadi perhatian adalah daerah Mbancar perbatasan antara Tuban dengan Rembang Jawa Tengah dan Duduk Sampean, Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.
"Pasukan keseluruhan yang kita siapkan sebanyak 9.904 personel guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban di Jatim," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono usai upacara gelar pasukan Operasi Ketupat 2014 di halaman Mapolda Jatim, Senin (21/7/2014).
Untuk mengantisipasi adanya kejahatan jalanan, jelas Unggung, pihaknya menempatkan ratusan personel brimob di beberapa daerah. Biasanya yang menjadi aksi kejahatan jalanan adalah bajing loncat, curas dan begal.
"Anggota sudah kita fokuskan di beberapa titik seperti, daerah Jati Peteng Tuban, Monumen Gubernur Suryo Ngawi dan Taman Blauran serta menyiapkan sniper untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," terangnya.
Sedangkan mengantisipasi sabotase kejahatan, polisi memberi perhatian lebih terhadap perlintasan rel kereta api, jalan berlubang dan perhatian terhadap daerah wisata.
Dalam upacara gelar pasukan, Gubernur Jatim Soekarwo yang hadir menjadi inspektur upacara. Saat menjadi inspketur upacara membacakan amanat Kapolri Jendral Pol Sutarman, Pakde Karwo menekankan kepada pasukan untuk memberi pelayanan prima kepada masyarakat.
Selain itu meningkatkan kewaspadaan diri dan kesatuan terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror yang memanfaatkan momen silaturahmi maupun aktivitas masyarakat lainnya pada saat lebaran.
"Lakukan tindakan tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas maupun Kamseltibcarlantas selama perayaan Idul Fitri," ujarnya di hadapan ribuan pasukan.
(ze/fat)











































