Korban dihantam bata merah di depan rumah Ida Mujayanah, di Dusun Bulak Sempu Desa Gebangsari Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, Minggu (20/7) malam. Akibatnya, korban luka robek di bagian kepalanya.
Kapolres Mojokerto, AKBP Muji Ediyanto mengatakan, kejadian ini bermula dari informasi warga Dusun Bulak Sempu yang melihat ada keributan di rumah Ida Mujayanah sekitar pukul 18.00 WIB. Dari informasi itu, Aiptu Suko datang ke lokasi seorang diri mengendarai mobil patroli untuk memastikan situasi.
"Setelah dicek ke lokasi, ada dua orang dalam kondisi mabuk. Salah seorang diajak bicara oleh korban, kemudian seorang lagi menghantam korban dengan bata merah dari belakang namun mengenai kepala korban bagian depan sebelah kiri," kata Muji kepada wartawan saat ditemui di RSI Sakinah Mojokerto, Senin (21/7/2014).
Akibat insiden ini, korban tak sadarkan diri di lokasi kejadian. Korban dievakuasi ke RSI Sakinah untuk mendapatkan perawatan. Sementara pelaku pemukulan, Khoir yang juga warga Dusun Sekranjang, Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo Mojokerto melarikan diri ke tebun tebu.
"Pelaku sudah kita tangkap berkat bantuan warga sekitar lokasi kejadian, saat ini kita lakukan proses sidik, pelaku yang sudah terbukti satu orang, satu orang lagi masih berstatus sebagai saksi," imbuhnya.
Masih kata Muji, sebelum kejadian, Khoir datang ke rumah Ida Mujayanah bersama Budiono (33), warga Desa/Kecamatan Jatirejo, Mojokerto. Budiono yang juga kekasih Ida itu, diduga memaksa gadis desa ini untuk jalan-jalan. Karena ditolak, dua pemuda yang dalam kondisi mabuk membuat keributan di rumah Ida.
Keributan inilah yang mengundang perhatian warga sekitar, sehingga menginformasikan ke Mapolsek Jatirejo dan berujung pemukulan terhadap Aiptu Suko.
"Pasca kejadian ini, saya perintahkan kepada semua anggota supaya selalu waspada menghadapi orang mabuk seperti ini, karena kesadarannya berkurang," pungkas Muji.
(fat/fat)











































