"Masing-masing daerah yang rawan bajing loncat akan kita siagakan 1 SST (Satuan Setingkat Pleton) Brimob," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setyono pada detikcom saat dihubungi, Minggu (20/7/2014).
Selain itu, kata Awi, pasukan Brimob ini juga telah 'direstui' oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono untuk menembak di tempat bagi pelaku kejahatan.
"Akan tetapi bukan tembak mati. Yang dimaksud Pak Kapolda adalah melumpuhkan dengan menembak perut ke bawah," ungkap dia.
Sedangkan daerah yang rawan bajing lonjat yakni, Jati Peteng Kecamatan Jenu Tuban, Taman Nasional Baluran Banyuputih Situbondo, Gunung Gumitir Sempolan Jember dan Monumen Gubernur Suryo Kedunggalar Ngawi.
Pasukan Brimob selain disiagakan di lokasi rawan kejahatan bajing loncat. Ratusan personel Brimob juga kita siagakan disepanjang jalur kereta api.
Awi mengungkapkan, personel Brimob yang mengamankan jalur kereta api disebar di tiga daerah operasi (Daops) kereta api.
"Ada 168 personel Brimob yang kita siagakan untuk pengamanan jalur kereta api masing-masing 56 orang di Daops VII Madiun, 17 orang di Daops VIII dan 36 orang di Daops IX Jember," pungkas Awi.
(ze/gik)











































