Didemo, KPU Diminta Segera Putuskan Nama 45 Dewan Terpilih

Didemo, KPU Diminta Segera Putuskan Nama 45 Dewan Terpilih

- detikNews
Sabtu, 19 Jul 2014 12:59 WIB
Didemo, KPU Diminta Segera Putuskan Nama 45 Dewan Terpilih
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Kantor KPU Kota Malang, Sabtu (19/7/2014) siang, dikepung massa. Kehadiran mereka bukan terkait pelaksanaan Pilpres baru saja bergulir. Namun, meminta KPU untuk tegas memutuskan 45 anggota dewan terpilih periode 2014-2019.

"Ada oknum yang mencoba mencederai demokrasi, dengan melayangkan somasi. Padahal, KPU sudah menetapkan 45 dewan terpilih. Kami siap menjadi pagar hidup mengawal ketetapan KPU," teriak orator di depan Kantor KPU Kota Malang Jalan Bantaran.

Massa melengkapi aksi dengan membawa spanduk serta poster. Banyak kecaman dialamatkan kepada kelompok yang mencoba menggagalkan penetapan 45 anggota dewan terpilih DPRD Kota Malang.

Orator membacakan, sesuai ketetapan KPU Kota Malang nomor 177/KPU.Kota/014.3299991/2014 kepada Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Malang, memberitahukan penetapan terpilih anggota DPRD Kota Malang tahun 2014.

Bahwa berdasarkan rapat pleno tanggal 12 Mei 2014 menetapkan Christea Frisdiantara dinyatakan sebagai calon terpilih, sesuai pasal 217 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 untuk daerah pemilihan Malang 2.

"Jadi jelas 45 dewan terpilih, salah satunya Pak Christea ini sudah ditetapkan sebagai calon terpilih. Kenapa ada oknum-oknum yang mencoba menganjal dengan melayangkan somasi," kata koordinator aksi Hendri Hariyono terpisah.

Massa mengatasnamakan Barisan Koalisi Masyarakat Demokrasi (Komando) juga melayangkan surat dukungan kepada KPU agar konsisten dengan penetapan 45 calon wakil rakyat terpilih yang sudah diterbitkan melalui rapat pleno.

"Kami tahu Ketua KPU tidak ditempat, jadi hanya surat dukungan ini kami serahkan," ucap orator dari atas mobil pick up dibawa meramaikan aksi.
Aparat kepolisian mengawal ketat jalannya aksi.

KPU Kota Malang masih akan mempelajari terkait tuntutan dari massa. Sementara KPU masih fokus rekapitulasi suara Pilpres tingkat Propinsi Jawa Timur.

"Kita masih rekap di propinsi, nanti kita pelajari dulu tuntutan mereka," tegas Komisioner KPU Kota Malang Azhari Husein.

(bdh/bdh)
Berita Terkait