Komisioner KPU Kabupaten Kediri memaparkan jumlah data pemilih. Namun, setelah dicocokkan dengan penghitungan melalui program excel di layar ruang rekapitulasi, ternyata berulang kali hasilnya tetap berbeda.
Saksi dari capres-cawapres nomor urut 2 Jokowi-JK, Didik Prasetyo meminta untuk di-pending dan dibetulkan terlebih dahulu.
"Tidak perlu kembali ke Kediri. Dibetulkan dan dicocokkan disini dulu pakai kalkulator. Mungkin (KPU Kab Kediri) nggak menggunakan program excel," kata Didik, di lokalisasi Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden Tahun 2014, di Hotel Equator Surabaya, Jumat (18/7/2014).
KPU Jatim juga mem-pending rekap dari KPU Kabupaten Kediri dan meminta agar tidak pulang.
Namun, saran dari KPU Jawa Timur dimentahkan lagi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim, setelah bawaslu mendengar penjelasan dari Panwaslu Kab. Kediri bahwa, rekomendasi dari panwaslu dianggap belum dilaksanakan terkait cek surat suara yang diterima dengan cadangan 2 persen.
"Kami minta kembali ke Kediri. Jadi harus dituntaskan dulu, nggak bisa diselesaikan di sini. Kalau data berbeda, mana yang mau dipakai," ujar Andreas Pardede, komisioner Bawaslu Jatim.
Sementara itu, komisioner KPU Jatim Choirul Anam akhirnya menyanggupi rekom dari Bawaslu.
"Karena Bawaslu merekomendasi, kita minta kembali (KPU Kab Kediri pulang ke Kediri)," tandasnya.
Rekapitulasi yang dibuka sejak pukul 13.00 wib terus dilanjutkan. Sampai pukul 14.45 wib, dari 38 kabupaten dan kota, yang sudah selesai dibacakan rekapannya baru 5 kabupaten (Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung dan Kabupaten Malang.
(roi/bdh)











































