"Perjalanan kereta ini ada aturannya, semua pihak tahu. Masinis tidak salah. Tapi yang jelas kita akan melakukan pemeriksaan," kata Humas Daops VIII Sumarsono menanggapi dugaan human error di lokasi kejadian, Jalan Raya Banjarkemantren, Buduran, Sidoarjo, Kamis (17/7/2014).
Peristiwa yang merenggut dua nyawa itu kata Sumarsono tetap akan dilakukan penyelidikan mengenai penyebabnya. Sebab di perlintasan kereta di bawah Departemen Perhubungan itu terdapat pintu perlintasannya.
Apa kemungkinan penjaga pintu lalai tidak menutup pintu saat kereta akan melintas? "Saya belum tahu. Masih penyelidikan," kata Sumarsono.
Pantauan detikcom memang pintu perlintasan di lokasi kejadian memang tidak menutup saat kejadian. Satu palang pintu hancur tersambar crane yang diseruduk kereta inspeksi.
Kereta yang bagi depannya hancur itu kini ditarik ke Stasiun Gubeng. Bagian yang rusak oleh petugas ditutup dengan terpal warna biru. Demikian pula truk crane yang sempat menghalangi perlintasan juga sudah bisa dievakuasi dengan bantuan kendaraan derek Jasa Marga.
Pukul 07.30 Wib, lalu lintas kereta api melalui Buduran pun kembali lancar. "Tadi pagi memang ada dua kereta yang harus memutar melalui Tarik Sidoarjo, sekarang normal," kata Sumarsono.
Peristiwa yang terjadi Rabu (16/7/2014) malam itu merenggut nyawa operator truk crane Abdul Mufid dan masinis Linda Bagus Sujarmanto (23). "Dua orang meninggal. Proses penyelidikan sekarang dilakukan polisi dan kita," pungkas Sumarsono.
(gik/gik)











































