"Penumpang itu awalnya berjalan dari dermaga menuju kapal," kata Ending Wahyudin kepada wartawan di lokasi, Rabu (16/7/2014).
Manager Usaha PT Pelni itu mengatakan, di tengah-tengah perjalanannya, Mujiono terlihat sesak napas untuk kemudian ambruk. Petugas keamanan dermaga pun segera menolong dan meminggirkan korban untuk diberikan pertolongan medis.
Namun pria asal Jalan Janti Selatan, Bandungrejo, Sukun itu sudah menghembuskan napas terakhirnya sebelum petugas medis datang. "Penumpang ini dari Malang dan hendak ke Kumai. Dia bepergian seorang diri," ujar Ending.
Ending mengatakan bahwa Mujiono tidak mendapatkan asuransi karena asuransi hanya berlaku jika terjadi kecelakaan di atas kapal atau saat kapal berlayar. Ending mengaku hanya bisa memberikan santunan kepada keluarga Mujiono.
"Kami sudah menghubungi keluarga penumpang," tandas Ending.
Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP SUpiyan mengatakan jika jenazah Mujiono segera dievakuasi ke kamar mayat RSU dr Soetomo.
"Untuk penyebabnya kami belum tahu," tandas Supiyan.
(iwd/iwd)










































