Buku itu sendiri diterbitkan oleh CV Hasan Pratama asal Sukoharjo Jawa Tengah. Buku setebal 32 halaman itu merupakan buku kegiatan siswa kelas 4 hingga kelas 6 selama bulan Ramadan ini. Buku itu dijual kepada siswa seharga Rp 1.500.
"Saya rasa itu bukan buku pelajaran, bahkan bisa menjeremuskan anak-anak dan merusak pergaulan," Jelas Febrianti, salah seorang wali murid kepada detikcom, Senin (14/7/2014).
Sejumlah kata dan kalimat yang mendapat protes dari para wali murid adalah kalimat 'hal-hal yang membatalkan puasa adalah bersetubuh di siang hari dan mengeluarkan air mani di siang hari'.
Para wali murid mengakui jika kata dan kalimat tersebut secara materi memang benar. Tetapi kata dan kalimat itu terlalu vulgar dan kurang pantas ditujukan untuk siswa SD.
"Saya kaget saat ditanya putri saya mengenai tulisan itu, apa itu bersetubuh? apa itu air mani?," ujar Febrianti.
Febrianti mengaku kebingungan dan tak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan putrinya. "Kalau saya jawab dengan benar, bisa berbahaya," sebut Febrianti.
Menanggapi beredarnya buku kegiatan Ramadan tersebut, Kepala Sekolah SDN Sebaung I Purnomo mengatakan jika pihak sekolah masih akan berkoordinasi dengan majelis ulama setempat dan dinas pendidikan Kabupaten Probolinggo. Apakah buku itu akan ditarik atau tidak, tergantung koordinasi tersebut.
"Kami masih mau melakukan koordinasi dulu dengan PCNU dan Dinas Pendidikan tentang isi buku yang diprotes para wali murid," ujar Purnomo.
(iwd/fat)










































