Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku pembobolan berusaha membongkar brankas tempat penyimpanan uang di dalam ATM. Diduga, pelaku keburu kabur sebelum sempat membawa lari brankas yang berisi uang karena takut ketahuan orang.
Salah seorang satpam MPS Sampoerna, Rif'an Zain mengatakan, aksi pembobolan ATM yang gagal tersebut baru diketahui saat salah seorang satpam MPS Sampoerna sedang keluar dari pabrik untuk membeli bekal sahur.
Saat lewat di dekat ATM, kata Zain, dirinya merasakan sesuatu keanehan. Pasalnya, lampu ATM yang biasanya menyala namun saat itu sudah dalam keadaan padam. "Saat lewat itu lampu ATM sudah dalam keadaan padam," kata Rif'an.
Merasa curiga, lanjut Zain, dirinya kemudian berusaha untuk melihat kondisi di dalam ATM. Alangkah kagetnya Zain karena saat itu dinding tempat brankas penyimpanan uang telah tersebut telah terbuka.
"Mengetahui ini saya kemudian memanggil kawan saya dan lapor ke polisi," akunya.
Sementara, petugas kepolisian Resort Lamongan yang datang ke lokasi kejadian langsung menGgelar olah TKP untuk mengetahui sidik jari maupun barang-barang milik pelaku yang kemungkinan tertinggal. Diduga, pelaku pembobolan ATM yang gagal ini lebih dari 2 orang.
Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Efendi Lubis mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus ini dengan meminta keterangan sejumlah orang. Selain menggelar olah TKP, pihaknya juga masih menunggu hasil rekaman CCTV dari pihak Bank pemilik ATM.
"Kami masih menyelidiki kasus percobaan pembobolan ini," tuturnya.
(fat/fat)











































