Kepala Dusun Jeruk Seger, Jono mengatakan, kebakaran di rumah Hadi terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Warga sekitar mengetahui api sudah membesar sehingga tidak sempat menyelamatkan harta benda milik korban.
"Jam 15.00 WIB api sudah besar, pintu dalam keadaan terkunci, sedangkan penghuninya keluar semua. Perkiraan saya, api berasal dari konsleting listrik. Soalnya, di ruang tamu terdapat aki kering yang sedang dicharge. Aki ini biasa dipakai korban untuk mencari ikan," kata Jono kepada detikcom saat ditemui di lokasi kebakaran.
Jono menambahkan, tidak ada mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi. Puluhan tetangga korban memadamkan api dengan peralatan seadanya. "Tidak sempat telepon pemadam kebakaran, karena api sudah membesar, kami khawatir menyambar rumah di sebelahnya," imbuh Jono.
Rumah korban, kata dia, baru dibangun 5 bulan lalu. Rumah tersebut dibangun atas bantuan Kemenpera senilai Rp 7 juta. "Waktu pembangunan saya mintakan bantuan dari Kemenpera senilai Rp 7 juta, lainnya dari tabungan korban sendiri," ungkapnya.
Pantauan deticom di lokasi kebakaran, sekitar pukul 16.30 WIB, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga. Tembok rumah yang berukuran sekitar 5 x 12 meter itu masih berdiri tegak. Namun seisi rumah hangus terbakar. Atap rumah juga ambruk.
Sementara Hadi dan putrinya, Rahayu (21) saat ditemui detikcom di lokasi kejadian masih terlihat shock. Bahkan, Rahayu menangis saat melihat isi rumahnya telah menjadi arang. Menurutnya Hadi, saat kejadian semua penghuni rumah sedang keluar.
"Tadi saya tinggal menjemput putri saya yang kerja di daerah Bangsal, putra saya yang ke dua sedang di rumah neneknya, istri saya sedang bekerja. Tahu-tahu setelah ditelepon tetangga saya kalau rumah saya terbakar," ucap Hadi yang tak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Hadi memperkirakan, kerugian materi yang dia derita mencapai puluhan juta rupiah. Pasalnya, seisi rumah termasuk barang-barang elektronik dan uang tunai milik korban telah menjadi arang.
(fat/fat)











































