Ancaman Golput di Lokalisasi Jarak dan Dolly Tak Terbukti

Ancaman Golput di Lokalisasi Jarak dan Dolly Tak Terbukti

- detikNews
Rabu, 09 Jul 2014 16:09 WIB
Surabaya - Pekerja dan warga di sekitar lokalisasi Jarak dan Dolly sebelumnya mengancam akan golput pada Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli. Namun, ancaman tersebut tak terbukti, bahkan partisipasi pemilih cukup tinggi dan masyarakat lebih banyak memilih pasangan Jokowi-JK.

"Partisipasinya cukup tinggi hampir sama dengan Pileg (Pemilu Legislatif) lalu, sekitar 60 persen," ujar Lurah Putat Jaya Kecamatan Sawahan, Bambang Hartono, Rabu (9/7/2014).

Ia mengatakan, sebelum pelaksanaan Pilpres ada ancaman golput dari warga dan pekerja lokalisasi Dolly dan Jarak. Menurut Bambang, ancaman tersebut hanya isu yang dihembuskan sebelum pilpres.

"Saya kira, isu itu sebelum pelaksaan pilpres. Tapi kenyataannya di lapangan, tidak ada permasalahan, tidak ada golput, tidak ada provokasi, KPPS, TPS, warganya juga sudah siap," terangnya.

Sementara itu, dari data yang dihimpun, beberapa TPS di kawasan lokalisasi Jarak dan Dolly, partisipasi pemilih cukup tinggi. Bahkan, mereka lebih banyak memilih pasangan Jokowi-JK ketimbang Prabowo-Hatta.

TPS 43 (yang meliputi sebagian wilayah Dolly), dari jumlah DPT 375 suara, yang datang ke TPS sebanyak 231 orang. Dari jumlah tersebut, yang memilih pasangan Jokowi-JK sebanyak 163 suara, Prabowo-Hatta 65 suara dan tidak sah 3 suara.

TPS 68 (membawahi sebagian wilayah Jarak). Dari 409 daftar pemilih tetap, yang datang ke TPS sebanyak 206 orang. Dari jumlah tersebut, yang memilih pasangan capres nomor urut 1 sebanyak 56 suara dan capres nomor urut 2 sebanyak 143 suara. Sedangkan surat tidak sah sebanyak 7 suara.

TPS 67, Jalan Jarak. Dari 411 orang yang masuk DPT, mereka yang datang ke TPS sebanyak 176 orang. Dari jumlah tersebut, yang memilih Jokowi-JK paling banyak 110 orang, Prabowo-Hatta 63 orang dan yang tidak sah 3 suara.

"Sepertinya capres-cawapres yang paling banyak di pilih di wilayah Putat Jaya adalah pasangan nomor urut 2. Tapi ini masih diklarifikasi, karena masih ada TPS yang belum dicek di pendopo kelurahan," tandasnya.

(roi/bdh)
Berita Terkait