Beras La Nyala Disoal Pendukung Jokowi-JK, Ini Jawaban PP

Beras La Nyala Disoal Pendukung Jokowi-JK, Ini Jawaban PP

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2014 03:59 WIB
Beras La Nyala Disoal Pendukung Jokowi-JK, Ini Jawaban PP
(foto: dok detik.com)
Surabaya - Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur membantah pembagian beras tersebut bernuatan  politik. Beras yang dibagikan ke masyarakat adalah zakat dari Ketua Umum Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Jawa Timur La Nyalla Mattaliti.

PP malah balik menuding, relawan pasangan capres-cawapres Jokowi-JK menghalang-halangi dan mencekal orang beribadah di bulan Ramadan setelah pembagian di beberapa daerah dipersoalkan.

“Zakat yang dikeluarkan Ketua PP Jawa Timur sudah berjalan selama 12 tahun. Tapi baru kali ini ada partai menghalang-halangi ibadah seorang muslim di bulan Ramadan,” ujar Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan MPC PP Surabaya Samsurin, Selasa (8/7/2014).

Ia menerangkan,  pembagian zakat kepada fakir miskin oleh La Nyalla sudah dilakukan sejak 12 tahun silam. Menurutnya, baru tahun ini aktivitas pembagiannya dihalang-halangi oleh sejumlah oknum relawan Jokowi-JK.

Pihak relawan Jokowi-JK melakukan pencekalan dengan dalih, pembagian zakat oleh La Nyalla bermuatan politis. Adapun dugaan tersebut didasarkan lantaran La Nyalla menjadi salah satu Tim Sukses Pemenangan Prabowo-Hatta, dan pembagian dilakukan menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014.

"Pembagian zakat ini murni dalam rangka memenuhi kewajiban di bulan Ramadan. Pembagian zakat itu kan mulai 1 Ramadan sudah diperbolehkan dalam rangka meraih berkah. Tapi ini kok diartikan sebagai politik uang,” cetusnya.

Pembagian beras zakat  dicekal oleh relawan Jokowi-JK di beberapa daerah. Untuk Surabaya, beras zakat tersebut sudah dibagikan ke masyarakat di wilayah Tembok Dukuh, Jambangan, Wonocolo, Sambikerep, Ploso, Rangkah. Selain Surabaya juga dibagikan ke warga di Sidoarjo maupun Gresik.

"Pembagian zakat ini sudah sesuai dengan pendataan pengurus RT setempat yang sebelumnya diajukan ke MPW PP Jawa Timur," tegasnya.

Samsurin menambahkan, pihaknya juga sudah konfirmasi ke Panwaslu yang mendapatkan pengaduan. Katanya, Panwas menilai pembagian zakat dari La Nyalla tidak bermuatan politis.

“Panwas sudah menyatakan murni pembagian zakat. Gambar di kantong beras tidak ada gambar capres-cawapres, hanya gambarnya Pak Nyalla. Jadi nuansa politiknya dimana?" tandasnya.

Sebelumnya pendukung jokowi  di petemon dan kaliasin menemukan pembagian beras yang kemasannya bergambar la nyala mataliti dan jadwal salat serta imsak bergambar prabowo-hatta. Bahkan di Petemon juga didapati 2 karung berisi tabloid obor rakyat akan dibagikan namun kepergok warga.

(ze/gik)
Berita Terkait