"Kita laporkan Bupati Anas atas pemberian isentif yang diduga berbau politik uang tersebut sengaja diselipkan dalam amlop untuk mencari dukungan kepada guru ngaji. Temuannya ada di 15 kecamatan," ujar Ahmad Ali Wafa, Timses Prabowo-Hatta yang juga sekaligus Bapilu Gerindra Banyuwangi pada detikcom, Senin (7/7/2014) sore.
Nominal uang dalam temuan politik uang itu, sambung pria yang akrab disapa Wafa itu jumlahnya beragam. Berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 1.5 juta.
Menurutnya, amplop insentif itu diterima oleh ratusan guru ngaji sesaat setelah ibadah tarawih yang salah satunya disalurkan melalui Yayasan Pendidikan Madrasah (YPM). Timses berlambang garuda merah itu meminta Panwaslu Banyuwangi untuk menindaklanjuti perihal dugaan laporan politik uang tersebut.
"Kita minta Panwaslu menyelidiki, jika memang Bupati tidak terlibat kami ingin beliau juga dihadirkan di Panwas. Dan diusut siapa dalang dibalik pelanggaran ini," imbuh Wafa.
(bdh/bdh)











































