Tanpa peralatan memadai, Satpol PP enggan menurunkan karena pertimbangan keselamatan anggotanya. Meski begitu, tim pemenangan capres lain tetap tidak terima. Mereka sempat mendatangi kantor Panwaslu Situbondo, karena dinilai bertindak diskriminasi dalam penertiban alat peraga kampanye capres di Situbondo.
"Tadi ada tim Jokowi yang ke kantor menanyakan itu. Kami sudah berkoordinasi dengan tim pemenangan Prabowo-Hatta untuk segera menurunkan bando itu," kata anggota Panwaslu Situbondo, Eko Kintoko Kusumo.
Pantauan detikcom menyebutkan, sedikitnya ada dua bando besar bergambar pasangan Prabowo-Hatta yang belum diturunkan. Hingga pukul 12.15. Wib, dua bando besar itu masih terpasang di atas billboard, di atas ruas jalan raya Pantura Situbondo. Masing-masing terpasang di jalan PB Soedirman dan di Jalan Basuki Rahmat.
"Kami kesulitan peralatan untuk menurunkan dua atribut besar itu. Kalau manual terlalu beresiko, karena di bawah arus lalu lintas ramai. Kami minta bantuan truk penerangan jalan umum yang ada peralatan naiknya," kata Agung Wintoro, Kepala Kantor Satpol PP Situbondo.
Anehnya, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di Situbondo, Rahmad mengaku tidak tahu menahu siapa yang memasang dua bando bergambar Prabowo-Hatta berukuran besar itu. Ditegaskan, dua bando itu bukan dipasang oleh timnya.
Wakil Bupati Situbondo itu bahkan sempat menanyakan ke pihak Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Situbondo, terkait siapa pemasang dua bando di area iklan daerah tersebut. Namun, Kepala DPKD Situbondo juga mengaku tidak tahu.
"Tapi bagaimana pun kami akan tetap bertanggung jawab untuk menurunkan dua bando itu. Insya Aallah sebelum pukul 15.00 nanti sudah diturunkan semua," tukas Rahmad kepada detikcom.
(fat/fat)











































