Pulang dari Warung Mbah Cokro, Mahasiswi Ini Dibacok Bandit

Pulang dari Warung Mbah Cokro, Mahasiswi Ini Dibacok Bandit

- detikNews
Senin, 07 Jul 2014 11:01 WIB
Pulang dari Warung Mbah Cokro, Mahasiswi Ini Dibacok Bandit
Surabaya - Menjelang lebaran, aksi kriminalitas di Kota Surabaya semakin meningkat. Kali ini, bandit jalanan memangsa motor milik seorang mahasiswi, bahkan korbannya juga mengalami luka bacok.

Peristiwa perampasan sebelumnya terjadi Minggu (6/7/2014) dinihari. Yakni 4 orang diduga akan mencuri sepeda motor di perkampungan dekat Pasar Asem Simo, Jalan Banyuurip, kepergok warga. Mereka pun dilaporkan dan diamankan Polsek Sawahan.

Dan kembali di hari yang sama, sekitar pukul 23.00 wib, Zulfitri Almas (21) warga Jalan Setro Baru Utara Surabaya, jadi korban. Motor mahasiswi jurusan Broadcast Stikosa-AWS jenis Honda Beat nopol L 6238 TE dirampas 2 bandit jalanan.

Sebelumnya, korban sempat berkumpul dengan rekan-rekannya komunitas Kumpulan Orang Penggemar Indiefilm (KOPI) di 'Warung Kopi Mbah Cokro' di lapangan eks Niac Mitra di Jalan Prapen.

Sekitar pukul 23.00 wib, korban yang pulang ke rumahnya dengan melintas di Jalan Ir Soekarno Hatta, dekat kampus C Unair Surabaya. Saat itu korban dipepet 2 pelaku mengendarai motor Suzuki Satri FU warna biru.

Modusnya, pelaku berpura-pura menanyakan alamat pada korban. Korban menanggapinya biasa saja. Tanpa disadari korban, pelaku yang dibonceng mengeluarkan sebilah pisau penghabisan.

Merasa jiwanya terancam, korban berusaha melawan. Namun, bacokan yang mengenai tangan sebanyak 4 kali dan 1 sayatan terkena di leher kanan, membuat korban tak berdaya. Dengan leluasa, pelaku meminta STNK dan KTP korban. Setelah itu, meninggalkan korban seorang diri di tengah jalan yang sepi.

"Saat sendirian di jalan, teman saya ditolong pengendara dan dibawa ke rumah sakit Haji," ujar Donny, rekan korban dari Stikosa-AWS, Senin (7/7/2014).

Donny pun berharap, pelaku kejahatan yang beraksi di jalanan, untuk segera ditindak tegas aparat kepolisian, agar tidak membuat warga Surabaya merasa was-was saat berpergian.

"Kami mohon segera ditangkap pelakunya dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," tandasnya.

(roi/fat)

Berita Terkait