Razia jajanan dan makanan buka puasa ini langsung dilakukan uji laboratorium di mobil uji, usai mengambil sampel makanan dari para penjual.
Sasaran pertama, tim yang dipimpin oleh Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Pusat di Surabaya, Trikoranti Mustikawati langsung menuju salah satu stand yang menjual es campur.
"Bu saya beli cao, rumput laut dan kolang-kaling ya disendirikan semua. Tidak usah banyak-banyak dua cukup," ujar Trikoranti pada penjual es di pusat jajanan dan makanan buka puasa di MAS, Kamis (3/7/2014).
Beberapa jajanan dan makanan yang dibeli sebagai sampel diantaranya, siomay, sate usus dan lontong. "Kalau sate usus dugaannya sama yang jual usus diformalin sehingga diduga mengandung bahan berbahaya," imbuhnya.
Singkat cerita, usai mengambil 20 sampel makanan dan jananan, tim yang berjumlah 4 orang ini langsung kembali ke mobil uji laboratorium. "Kita baru temukan satu sampel yang mengandung bahan berbahaya yakni mengandung formalin dari mie basah," pungka Trikoranti.
Hingga pukul 17.30 WIB, proses uji laboratorium untuk mengetahui kandungan bahan berbahaya didalam jajanan dan makanan masih berlangsung.
(ze/fat)











































