Tak hanya kerugian berupa kendaraan bermotor saja, muatan barang yang diangkut di dalamnya kini terancam tak bisa diselamatkan. Pasalnya, kondisi kapal LCT Pancar Indah saat ini terlihat hampir 90 persen tenggelam.
"Kalau seperti ini saya cuma bisa pasrah. Mobil box dan muatan yang mau saya kirim ke Denpasar ya habis, habis sudah wong tenggelam seperti itu. Apa yang bisa diselamatkan? Nggak ada yang bisa diselamatkan sudah ini mbak," ujar Suryadi (65), kepada detikcom sembari melihat kondisi kapal LCT Pancar Indah dari atas anjungan kapal LCT Sutri, Kamis (3/7/2014).
Pengusaha makanan asal Surabaya itu sengaja datang ke Pelabuhan Gilimanuk untuk melihat kondisi kapal dan nasib kendaraan miliknya yang nyaris tak bisa diselamatkan.
Menurutnya, saat ini yang bisa dilakukan Suryadi hanya menunggu kepastian apakah kapal bisa dievakuasi. Sekaligus menanyakan perihal asuransi mobil box miliknya. Sama halnya seperti Purwo, pria asal Mojokerto yang berprofesi sebagai sopir perusahaan semen itu mengaku ia dan kawan seprofesinya resah sebab belum ada kabar terkait kapan evakuasi kapal akan dilakukan.
"Kalau seperti ini saya juga resah, nggak tentu apa bisa dievakuasi apa tidak. Saya kan juga perlu laporan ke juragan saya," ungkapnya resah.
Pantauan detikcom di lapangan, saat ini kondisi kapal LCT Pancar Indah sudah tenggelam hampir 90 persen. Dari 16 truk yang terangkut kini yang terlihat hanya atap truk dan ruang kemudi kapal.
Kondisi kapal yang kandas 100 meter dari dermaga plengsengan Pelabuhan Gilimanuk itu juga mulai mengundang perhatian warga. Mereka rela berkerumun di pinggiran dermaga sambil mengabadikan peristiwa itu dengan ponsel yang mereka miliki.
(fat/fat)











































