Pabrik Senpi di Malang Digerebek, Polisi Telusuri Pengirim ke Daerah Konflik

- detikNews
Senin, 30 Jun 2014 19:12 WIB
File detikcom
Malang - Pemilik pabrik senjata api (senpi) laras panjang di Malang telah mengirim senjata buatannya ke beberapa kota di Indonesia. Kini polisi pun menelusuri dugaan pengiriman senpi ilegal ke daerah konflik atau kelompok separatis.

"Kita masih melakukan pendalaman terhadap pelaku, kemana saja mengirimkan senjatanya, termasuk ke daerah konflik," ujar Kabag Humas Polres Kota Malang, AKP Dwiko Gunawan, saat gelar perkara di Mapolresta Malang, Senin (30/6/2014) sore.

Informasi yang berhasil diperoleh oleh pihak kepolisian menyebut, senjata-senjata ilegal ini akan dikirim ke daerah Kalimantan, Lampung dan Sulawesi.

"Senapan ini selain untuk berburu, bisa digunakan untuk hal-hal kejahatan yang lain," ungkap Dwiko.

Hasil uji sementara, hampir seluruh senjata memiliki spesifikasi kaliber 4,5 milimeter, dimana senjata ini sangat rawan dan berbahaya untuk digunakan dalam kejahatan.

"Penyidik akan melakukan koordinasi terkait perizinan, Kita akan kirimkan senjata ini untuk uji laboratorium," kata Dwiko.

Diberitakan sebelumnya, polisi berhasil menggerebek home industri pembuatan senapan ilegal di Kecamatan Lowokwaru pada pukul 11.00 WIB siang tadi. Hasilnya polisi berhasil meringkus satu pelaku beserta 207 senapan angin siap pakai, dan 157 pucuk yang belum dirakit.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan satu tabung gas oksigen serta setidaknya 300 bahan baku berupa gagang senapan, kardus senapan merk Amazon untuk penempatan senapan angin dan siap kirim.

(bdh/bdh)