"Pasukan ini akan melakukan pengamanan di jam-jam rawan selama Ramadan," kata Kombespol Setija Junianta kepada wartawan saat apel gelar pasukan Asmara Ramadan (antisipasi Surabaya aman dan tentram selaam bulan suci Ramadan) di Taman Bungkul, Rabu (25/6/2014).
Kapolrestabes Surabaya ini mengatakan, pola-pola pengamanan dilakukan seperti yang sudah ada sebelumnya. Setija menambahkan, jam-jam rawan pada bulan Ramadan tentu saja akan bergeser daripada hari biasa.
"Jam rawan justru biasanya terjadi pada jam Subuh. Saat itu orang biasanya beristirahat selama 1-2 jam setelah sahur dan Salat Subuh," lanjut Setija.
Jam rawan, kata Setija, juga terjadi saat Salat Tarawaih. Saat itu, warga kebanyakan mengosongkan rumahnya untuk pergi ke musala dan masjid. "Kami juga melakukan antisipasi terhadap kegiatan-kegiatan selama Ramadan," ujar mantan Kapolres Sidoarjo ini.
Surabaya, lanjut Setija, mempunyai masjid-masjid besar dan kawasan religi yang berpengaruh. Pada momen pilpres kali ini, masjid-masjid dan kawasan religi seperti Ampel mungkin saja akan diziarahi oleh para capres-cawapres. Pengamanan seperti itulah yang terus ditingkatkan oleh pihaknya.
"Kami memonitor perkembangan dan dinamika yang ada," pungkas Setija.
Pasukan Asmara Ramadan ini mempunyai 700 personel yang terdiri dari personel lalu lintas dan personel sabhara. Ratusan personel tersebut terdiri dari 400 personel Polrestabes Surabaya dan 300 personel jajaran polsek.
(iwd/iwd)










































