Muchid menjelaskan, memang ada kabar pemecatan dirinya dari Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid. Ancaman pemecatan itu menyusul pernyataan sikap Banser yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta.
"Benar ada ancaman dari Nusron saya akan dipecat, namun kemarin saya sudah menemui Sekjen GP Ansor. Kata Sekjen itu (keputusan sikap GP Ansor) harus melalui pleno," kata Muchid saat dikonfirmasi wartawan usai apel siaga Banser.
Muchid menegaskan, tidak khawatir dipecat dari posisi Ketua Satkornas Banser. Dia yakin keputusan pleno GP Ansor akan cenderung mendukung pasangan Prabowo-Hatta.
"Tapi pleno itu, 50 persen lebih cenderung mendukung Prabowo, sehingga saya yakin selamat. Saya tidak khawatir karena ini perjuangan," imbuhnya.
Sebelumnya, Satkornas Banser mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Prabowo-Hatta. Deklarasi tersebut digelar bersamaan dengan apel siaga Banser untuk Indonesia Bangkit di lapangan Desa/Kecamatan Puri, Mojokerto, Selasa (24/6/2014).
Dalam acara tersebut, Prabowo hadir sebagai komandan upaca apel Banser. Selain mendapatkan dukungan, Prabowo juga dikukuhkan menjadi warga kehormatan Banser oleh Ketua Satkornas Banser, Abdul Muchid.
(bdh/bdh)











































