Hijab Hunt 2014, Risma: Tak Ada Trik Khusus Berhijab

Hijab Hunt 2014, Risma: Tak Ada Trik Khusus Berhijab

- detikNews
Minggu, 22 Jun 2014 16:00 WIB
Hijab Hunt 2014, Risma: Tak Ada Trik Khusus Berhijab
Risma menghadiri roadshow Hijab Hunt 2014 di Cito/Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Publik mengenal Walikota Surabaya Tri Rismaharini sudah berhijab sejak menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya. Penutup aurat wanita tersebut selalu menemani Risma dalam setiap kegiatannya.

Namun untuk urusan hijab, orang nomor satu Surabaya itu tidak mau repot. Risma enggan menghabiskan waktunya hanya untuk mengurusi pemakaian hijab. Jadinya, Risma selalu tampil dengan jilbab sederhana.

"Bukan saya tidak mau, tetapi saya tidak sempat karena saya tak punya banyak waktu. Yang penting sudah menutup, sopan, dan sesuai dengan busana. Tidak ada trik khusus," kata Risma saat menghadiri roadshow Hijab Hunt 2014 di City of Tomorrow (Cito), Minggu (22/6/2014).

Risma mengakui jika dirinya selalu merasa nyaman dengan busana yang ia kenakan. Dengan kenyamanan itu, ia selalu menjadi dirinya sendiri. Dengan kenyamanan itu, ia juga selalu merasa fokus. Risma juga tak pernah peduli apa kata orang dengan penampilannya.

"Tidak perlu memikirkan omongan orang lain. Kalau nuruti orang lain, kita malah jadi gak bisa fokus. Sepanjang tidak merugikan, baik, dan sopan, kenakanlah apa yang membuatu nyaman," ujar Risma

Risma mengakui, meski dirinya kurang memperhatikan penampilan khususnya dalam hal hijab, tetapi ia suka dengan dunia fashion, khususnya gaya hijab zaman sekarang. Menurutnya, gaya hijab sekarang lebih modis dengan banyak model dan variasi yang terus berkembang.

Risma menambahkan, ada korelasi antara gaya berbusana dengan Kota Surabaya yang dipimpinnya. Risma mengakui, orang Surabaya memang slebor, suka seenaknya sendiri. Tetapi gaya itu sudah mulai ditinggalkan karena tuntutan penampilan.

"Penampilan yang baik itu kan merupakan keindahan lingkungan. Kalau lingkungan menyenangkan, kita pun jadi nyaman," terang Risma.

Rasa nyaman tersebut membawa energi positif yang bisa mengundang orang lain datang. Dengan semakin modisnya orang Surabaya plus lingkungan kota yang semakin indah tertata dan nyaman, maka Surabaya saat ini menjadi jujugan bagi warga kiota lain.

"Kalau akhir minggu, pusat kota itu macet. Banyak mobil luar kota datang. Empat dari 10 mobil yang datang adalah mobil luar kota," jelas Risma.

Dengan banyaknya wisatawan yang datang, maka sektor lain mulai dari hotel, restoran, toko, jasa, akan mendapatkan imbal baliknya. Sektor-sektor tersebut akan mendapatkan hasil dari kenyamanan tersebut.

"Kalau orang Surabaya sadar dengan kenyamanan, orang luar Surabaya juga senang datang ke Surabaya," tandas Risma.


(iwd/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini