750 Anak Kurang Mampu Dikhitan Isi Liburan Sekolah

750 Anak Kurang Mampu Dikhitan Isi Liburan Sekolah

- detikNews
Minggu, 22 Jun 2014 13:50 WIB
750 Anak Kurang Mampu Dikhitan Isi Liburan Sekolah
Sebagian anak-anak takut dikhitan/Ghazali Dasuqi
Situbondo - Jerit dan tangisan anak-anak mewarnai pelaksanaan khitanan massa di halaman Pendopo Kabupaten Situbondo. Situasi itu membuat panik sejumlah anak yang sedang menunggu antrean dikhitan.

Saking takutnya, sejumlah anak-anak pun berusaha kabur. Personil polisi dan Satpol PP yang berjaga-jaga tak jarang ikut turun tangan mengejar. Mereka akhirnya bersedia dikhitan, setelah diiming-imingi akan diberi uang dan seperangkat busana muslim, seperti kopyah, sarung, dan baju taqwa.

"Anak ini tidak mau dikhitan, sampai lari bersembunyi. Tapi akhirnya mau setelah dibujuk orang tuanya dan petugas," tandas Arif Rahman, personil Satpol PP Situbondo, Minggu (22/6/2014).

Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, khitanan massal mengisi liburan sekolah ini diikuti 750 anak kurang mampu. Mereka berasal dari 17 Kecamatan di Situbondo. Khitanan massal melibatkan 250 tenaga medis dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di Situbondo. Sempat terjadi insiden saat acara khitanan massal berlangsung. Dua anak peserta khitanan massal tiba-tiba mengalami pendarahan.

Insiden itu saat tim medis mulai melakukan proses pemotongan kulit penis peserta. Pemotongan kulit penis itu disebut-sebut mengenai pembuluh darah, hingga langsung pendarahan. Kedua peserta yang mengalami pendarahan itu segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan dua mobil ambulan, untuk penanganan lebih lanjut.

"Tidak apa-apa, hanya terjadi fimosis pada kulit penis. Masih bisa ditangani, ini akan dikirim ke rumah sakit," kata H Imam Hidayat, Koordintor Tenaga Medis Khitanan Massal.

Saat membuka acara khitanan massal, Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto mengatakan, khitanan massal itu sebagai bentuk kegiatan sosial. Di antaranya, untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu. Khiatanan massal sengaja dilaksanakan saat liburan sekolah, agar tidak mengganggu belajar anak.

Khitanan massal itu murni dibiayai APBD Situbondo. Sayang, saat ditanya nominal anggaran khitanan massal, Kabag Kesra Situbondo, Husaeri mengaku tidak ingat alias lupa.

(fat/fat)
Berita Terkait