Tiap rumah di kawasan tersebut dipasang bendera merah putih setengah tiang sejak 3 hari lalu. Juga ada spanduk yang didominasi warna merah di sejumlah tiang listrik. Spanduk tersebut bertuliskan 'Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan', 'Intimidasi Bentuk Pelanggaran HAM', dan lain-lain.
"Sepi sejak ada rencana penutupan," kata warga yang mengaku bernama Beni (32) kepada detikcom di Jl Kupang Timur, Rabu (18/6/2014).
Beni menyebut, bukan hanya aktivitas para PSK dan mucikari, tapi juga pekerja sektor lain seperti tukang ojek, warung kopi, dan lain-lain.
"Kami berduka atas meninggalnya ekonomi dan berduka untuk Bu Risma," kata Beni soal alasan pemasangan bendera setengah tiang.
Hari ini, lokalisasi Dolly dan Jarak ditutup. Seremoni penutupan dilakukan malam nanti. PSK, mucikari, dan massa yang menolak penutupan, memblokir beberapa titik. Mereka menutup akses petugas masuk ke Dolly. Padahal pemerintah setempat tidak mengerahkan petugas untuk menutup salah satu lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu.
(ahy/try)










































