Bendera Setengah Tiang dan Cerita Beni Jelang Penutupan Dolly

Bendera Setengah Tiang dan Cerita Beni Jelang Penutupan Dolly

- detikNews
Rabu, 18 Jun 2014 13:03 WIB
Bendera Setengah Tiang dan Cerita Beni Jelang Penutupan Dolly
Foto: Andri Haryanto Siregar/detikcom
Surabaya - Aktivitas di Jalan Kupang Timur, Kecamatan Sawahan, Surabaya, berubah sejak rencana penutupan kawasan Dolly kian santer. Apalagi saat rencana itu akan direalisasikan hari ini. Bendera setengah tiang berkibar.

Tiap rumah di kawasan tersebut dipasang bendera merah putih setengah tiang sejak 3 hari lalu. Juga ada spanduk yang didominasi warna merah di sejumlah tiang listrik. Spanduk tersebut bertuliskan 'Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan', 'Intimidasi Bentuk Pelanggaran HAM', dan lain-lain.

"Sepi sejak ada rencana penutupan," kata warga yang mengaku bernama Beni (32) kepada detikcom di Jl Kupang Timur, Rabu (18/6/2014).

Beni menyebut, bukan hanya aktivitas para PSK dan mucikari, tapi juga pekerja sektor lain seperti tukang ojek, warung kopi, dan lain-lain.

"Kami berduka atas meninggalnya ekonomi dan berduka untuk Bu Risma," kata Beni soal alasan pemasangan bendera setengah tiang.

Hari ini, lokalisasi Dolly dan Jarak ditutup. Seremoni penutupan dilakukan malam nanti. PSK, mucikari, dan massa yang menolak penutupan, memblokir beberapa titik. Mereka menutup akses petugas masuk ke Dolly. Padahal pemerintah setempat tidak mengerahkan petugas untuk menutup salah satu lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu.

(ahy/try)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini