Warga Dolly Minta Polisi Usut Otak Intelektual Pengrusakan Dua Wisma

Jelang Penutupan Dolly

Warga Dolly Minta Polisi Usut Otak Intelektual Pengrusakan Dua Wisma

- detikNews
Selasa, 17 Jun 2014 12:07 WIB
Warga Dolly Minta Polisi Usut Otak Intelektual Pengrusakan Dua Wisma
Surabaya - Warga lokalisasi Dolly meminta pemerintah dan aparat kepolisian mengusut kasus pengrusakan 2 wisma di lokalisasi Dolly. Warga juga minta polisi mengusut otak intelektual kasus tersebut.

"Pengrusakan sudah pasti menunjukkan pemerintah telah gagal mensejahtarakan masyarakat lokal. Terbukti pemerintah menggunakan cara-cara kekerasan atau provokasi lewat kejadian pagi tadi," ujar Saputra warga kawasan lokalisasi Dolly kepada detikcom di lokasi kejadian, Selasa (17/6/2014).

Pria yang biasa disapa Pokemon mengatakan, kejadian pengrusakan 2 wisma di Dolly ada indikasinya memecah konsentrasi warga. Meski begitu, warga katanya tetap akan melakukan siap siaga.

"Indikasi sudah jelas. Pelaku sudah kita amankan dan hampir tewas dikeroyok masyarakat, kalau nggak diamankan aparat kepolisian," tuturnya.

Pokemon yang juga aktivis Front Pekerja Lokalisasi (FPL) mendesak pemerintah dan kepolisian, untuk mengusut tuntas pengerusakan tersebut.

"Pemerintah atau kepolisian, harus mengusut tuntas siapa otak intelektualnya," tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 08.30 wib, Kamis (17/6/2014) pagi tadi, seorang pemuda asal Lakarsantri, Surabaya, NA (22) mendatangi lokalisasi Dolly dengan mengendarai sepeda motor.

Setelah berhenti di depan Wisma Sumber Rejeki, pelaku langsung memecah kasa wisma tersebut dengan batu paving tempat tiang bendera.

Setelah itu, pelaku juga merusak 2 kaca di wisma Putri Ayu II. Setelah itu, pelaku sendiri berjalan ke arah dalam lokalisasi Dolly, dan menantang warga yang sedang duduk-duduk.

Pelaku sempat melempari warga dengan batu, namun berhasil dihindari warga. Warga pun balik menyerang, hingga pelaku tak berkutik dihajar warga hingga darah mengucur dari wajahnya.

Untungnya, ada seorang petugas kepolisian yang berpakaian preman, menyelematkan pelaku dan mengamankannya ke kantor polisi.


(bdh/bdh)
Berita Terkait