Warga menahan terjangan ombak menggunakan ratusan bambu yang ditancapkan di bibir pantai. Cuaca buruk dan angin kencang ini terjadi di pesisir pantai bagian timur Pulau Madura.
"Sudah 4 hari ini angin kencang dan ombak besar menerjang ratusan rumah di pinggir pantai," kata Abd Sahim, warga nelayan Desa Tanjung, Selasa (17/6/2014).
Dia menjelaskan, ratusan rumah berjejer di sepanjang pantai dari utara ke selatan sekitar 1 Km, nyaris tidak ada bangunan tangkis laut untuk menghadang terjangan ombak. Warga terpaksa membangun tangkis palut menggunakan bambu yang ditanam menempel dengan pondasi rumahnya.
"Cara satu-satunya agar rumah tidak semakin rusak parah yakni menahan ombak menggunakan bambu yang ditancapkan di rumah-rumah warga," jelasnya.
Sementara cuaca buruk ini juga membuat nelayan tidak berani melaut. Mereka memilih berjaga-jaga di luar rumah dan di pinggir dermaga mengawasi rumah dan perahu mereka yang sedang diparkir. Ini menghindari perahu-perahu mereka lepas dibawa ombakk.
"Kalau siang kami berjaga-jaga di luar rumah, takut terjadi sesuatu yang tidak kami inginkan," tambahnya.
Warga pun berharap pemerintah segera membangun tankis laut di sepanjang bibir pantai Desa Tanjung. Agar rumah warga yang terkena abrasi tidak roboh diterjang ombak setiap hari.
(fat/fat)










































