Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser menegaskan pihaknya secara keseluruhan sudah siap baik mengatasi penolakan penutupan serta dari pihak pengamanan.
"Kita sudah siap. Nantinya 18 Juni akan ada deklarasi di Islamic Center yang akan dihadiri warga terdampak yang akan melakukan deklarasi. Hadir pula Menteri Sosial dan bu Wali," kata Fikser kepada detikcom, Senin (16/6/2014).
Fikser menegaskan, 18 Juni nanti pihaknya tidak akan menutup dan melarang adanya aktivitas di lokalisasi yang konon terbesar di Asia Tenggara. "Tidak langsung ditutup tidak, aktivitas di sana akan tetap ada hingga lebaran," tegas mantan Camat Sukolilo ini.
Ia menambahkan, pasca deklarasi penutupan, pihaknya akan meningkatkan pendekatan untuk menegakkan perda. Sehingga diharapkan pasca lebaran kawasan Lokalisasi Dolly dan Jarak sudah beralih fungsi. Dan para PSK dan mucikari beralih profesi.
Lalu bagaimana koordinasi dengan pihak kepolisian karena sejauh ini Polrestabes Surabaya mengaku belum mendapat surat resmi permintaan personel pengamanan dari pemkot?
Fikser menjawab pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial yang dianggapnya sebagai pemilik gawe. "Nanti akan saya tanyakan ke dinsos. Tapi sejauh ini kita sudah lakukan rapat pengamanan dengan Bakesbang Linmas dan Satpol PP," pungkas Fikser. (ze/fat)










































