"Sebelumnya sudah ada 23 lokalisasi yang ditutup dari 47 lokaliasi yang ada di Jawa Timur. InsyaAllah mudah-mudahan bisa (menutup lokalisasi DOlly dan Jarak). Dan kita mohon dukungannya," kata Saifullah Yusuf kepada wartawan usai menghadiri Rapat terbuka senat dan Dies natalis 1 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Hotel JW Marriott Surabaya, Sabtu (14/6/2014).
Mantan Sekjen DPP PKB yang biasa disapa Gus Ipul ini menceritakan, rencana penutupan Dolly dan Jarak sudah melalui proses panjang, yang dimulai sejak Tahun 1999 hingga diterbitkannya peraturan daerah (perda).
Kemudian, pada 2010, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menerbitkan surat edaran yang disampaikan kepada bupati dan walikota di Jatim, untuk menutup lokalisasi yang ada di wilayahnya masing-masing.
"Walikota Surabaya (Tri Rismaharini) mencoba melakukan upaya penutupan pada Juni 2014 ini. Nah hal-hal yang mungkin masih ada yang keberatan, nanti kita akan yakinkan, kita cari solusi bersama-sama mencari jalan keluarnya," terangnya.
"Nah, maslahatnya kalau ditutup itu lebih banyak dibandingkan dengan mudharatnya," ujarnya.
Ia mengatakan, dari keterangan yang disampaikan Walikota Risma, kawasan lokalisasi Dolly ditutup dan akan dirubah menjadi kawasan sentra ekonomi baru sekaligus tempat pendidikan.
"Jadi menurut saya, mari kita dukung sama-sama. Kalau toh masih ada yang bermasalah dengan penutupan ini, ayo mari bersama-sama kita cari solusinya," tandasnya.
(roi/gik)











































