Angin kencang dan banyaknya bahan mudah terbakar di dalam Klenteng Hoo Tong Bio Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, juga menjadi salah satu penyebab sulitnya pemadaman api. Selain itu 2 unit mobil PMK beserta 20 petugas baru tiba di lokasi setelah satu jam pasca kebakaran.
"Sekarang laporannya jam berapa, lokasinya ini kan di tengah pemukiman padat belum lagi kerumunan warga juga menghalangi kinerja petugas," ungkap Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi, Arief Setyawan saat ditemui detikcom di lokasi kebakaran, Jumat (13/6/2014).
Proses pemadaman, sambung Arief, sudah dilakukan maksimal oleh petugas PMK. PMK secara pengoperasionalannya di bawah komando DKP Banyuwangi saat ini miliki 4 unit mobil PMK dan 20 petugas. Namun saat kebakaran di Klenteng Hoo Tong Bio ini, DKP hanya meluncurkan 2 unit PMK.
"Yang penting itu kan kita pencegahan dulu supaya api tidak menjalar kemana mana. Ini saya datangkan 14 unit lebih tanki pengisian air juga lho. Kamu sendiri kan tahu armada kita yang baru cuma 1 unit, pengadaan tahun lalu," jelas Arief.
Pantauan detikcom di lapangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 wib, sedangkan 2 unit PMKK tiba dilokasi setelah 1 jam pasca kebakaran terjadi. Saat ini puluhan petugas PMK yang juga dibantu Polres Banyuwangi, ASDP dan puluhan warga saat ini masih bahu membahu padamkan sisa kobaran api.
Untuk pengamanan, beberapa petugas polisi juga sudah memasang garis polisi. Beberapa umat Hoo Tong Bio juga terlihat mulai mengangkat puing patung dewa dan dibersihkan.
(fat/fat)











































