Berikut Kronologi Penembakan Mati Empat Perampok

Empat Perampok Ditembak Mati

Berikut Kronologi Penembakan Mati Empat Perampok

- detikNews
Jumat, 13 Jun 2014 08:24 WIB
Berikut Kronologi Penembakan Mati Empat Perampok
Surabaya - Sejak melakukan aksinya di Jalan Arjuna, keberadaan pelaku perampokan yang akhirnya ditembak mati, terus diselidiki polisi. Penyelidikan polisi akhirnya berujung di kawasan Bungurasih yang berakhir dengan tewasnya empat penjahat jalanan tersebut.

"Para pelaku ditembak mati karena melawan anggota menggunakan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam)," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (13/6/20140.

Berikut adalah kronologi penangkapan para pelaku yang berakhir dengan penembakan mati mereka seperti yang dijelaskan Sumaryono.

 

Rabu (28/6/2014), lima pelaku melakukan aksi perampokan terhadap Erik Setyawan di depan kantornya, PT Taruna Jaya di Jalan Arjuna 112 A. Eric yang saat itu keluar dari mobil dan hendak masuk kantor tiba-tiba dicegat oleh salah satu pelaku.

Pelaku itu adalah Hendro Utomo. Pria 43 tahun itu segera merampas tas hitam berisi uang Rp 175 juta yang baru saja diambil Eric dari Bank BCA Diponegoro. Eric tentu saja mempertahankan tas nya sehingga terjadi tarik menarik. Hendro pun mengakhiri tarik-menarik itu dengan menembak paha kiri Eric. Eric pun tersungkur.

Usai mendpatkan tas tersebut, Hendro segera kabur. Dia dijemput sebuah motor Honda Mega Pro yang tiba-tiba muncul. Motor itu ternyata dikendarai Iwan Aditya. Iwan sendiri menunggu di depan sebuah bengkel tak jauh dari lokasi.

 

Selain Hendro dan Iwan, Tiga pelaku lain mempunyai tugas berbeda. Moch. Soleh bertugas mengawasi korban di bank. Sementara Arman dan Bambang bertugas sebagai pendamping Hendro. Dan bukan tidak mungkin kedua tersangka yang disebut terakhir bertugas menebar paku untuk menggemboskan mobil korban. Mobil Toyota Fortuner milik korban memang gembos saat itu.

Tiga hari berselang atau Minggu (1/6/2014), polisi menangkap Iwan. Pria 44 tahun itu ditangkap di Jalan Margorejo. Iwan pun dipaksa mengatakan ihwal tentang komplotannya.

Sabtu (7/6/2014), empat pelaku lain diketahui kabur ke Semarang. Dari Semarang mereka bergeser ke cirebon. Ternyata di Cirebon mereka melakukan aksinya lagi dengan modus sama, gembos ban. Di Cirebon polisi sudah berusaha menangkap mereka, tetapi gagal.

Kamis (12/6/2014) malam, ada informasi jika para pelaku kembali ke Surabaya menggunakan bus. Polisi pun menelusuri jalan-jalan yang diduga menjadi tempat turunnya mereka. Akhirnya keberadaan para pelaku diketahui. Para pelaku diketahui keluar dari Terminal Bungurasih mengendarai dua motor.

Para pelaku lalu dibuntuti. Saat dilakukan penangkapan, para pelaku melawan mengunakan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) yang mereka bawa. Polisi pun melawan balik dengan menembak mereka. Keempatnya roboh tertembak timah panas. Mereka tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

(iwd/iwd)

Berita Terkait