"Untuk warga yang luka berat ada dua orang dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Kabarnya ke RS Waluyo Jati Kraksaan," kata AKP Wahyudi kepada detikcom, Kamis (12/6/2014).
Kasubbag Humas Polres Situbondo itu menerangkan, insiden babi hutan mengamuk itu terjadi Rabu (11/6) malam. Sebelum mengamuk, babi hutan itu sudah diburu warga karena sering merusak tanaman jagung. Benar saja, saat sejumlah warga sedang menjaga ladang jagungnya, babi hutan itu tiba-tiba muncul. Warga pun langsung memburunya.
Celakanya, babi hutan yang terdesak itu lari ke arah timur. Di sinilah babi hutan itu berpapasan dengan Ny Surija dan dua warga lainnya, yang konon juga sedang menjaga tanaman jagungnya. Babi hutan itu mengamuk dan menyerang ketiga warga tadi. Ny Surija tewas, sementara dua lainnya terluka. Salah satunya, Ny Wi Saleh (56) yang kondisinya kini kritis.
"Sekarang anggota masih memburui babi hutan itu, karena khawatir akan menyerang warga lagi," tukas Wahyudi.
(fat/fat)










































