Warga Pulo Tegalsari yang mengendarai motor roda tiga L 9524 K ini awalnya melaju dari arah Jemursari hendak ke Jalan Ahmad Yani. Syaifuddin bersama anaknya (bukan tiga orang seperti diberitakan sebelumnya) mengangkut sound system usai dipakai untuk pengajian di Jemursari.
Melihat ada truk nopol L 8981 UX mogok di perlintasan, dia pun memilih untuk menghentikan motor yang di bagian gerobaknya ada anaknya yang bernama Achmad Khalifah (3).
"Saya berniat menolong mendorong. Ada sekitar 10 orang yang membantu mendorong saat itu. Saya saja di jalan ada bantu saya pinggirkan kok," kata Syaifuddin kepada wartawan, Kamis (12/6/2014) dinihari.
Namun belum berhasil mendorong truk menjauh dari rel kereta api, Syaifuddin bersama warga yang lain panik karena melihat kereta api jurusan Surabaya-Banyuwangi semakin mendekat.
"Kami lari semua. Tapi saya kemudian ingat anak saya ada di gerobak motor. Tapi terlambat, motor saya kena sambar truk yang ditabrak kereta," kata Syaifuddin.
Namun, Syaifudin bisa bernafas lega karena mendapati anaknya selamat meski menderita luka di kepalanya karena terpental. Saat ini, anaknya sudah dibawa ke RSU dr Soetomo setelah sempat dirawat di RS Bhayangkara.
(gik/gik)











































