Kabar hilangnya nelayan asal Pesisir Kecamatan Besuki itu dikabarkan dua rekannya, Pak Rus dan Pak Tin. Disebut-sebut, Nito mendadak hilang dari atas perahu saat mulai menebar jaring di tengah laut.
Hingga Selasa (10/6/2014) sore, upaya pencarian nelayan hilang itu masih terus dilakukan. Pencarian melibatkan Satpolair Polres Situbondo, TRC BPBD, dan TNI AL, dilakukan hingga perairan perbatasan Banyuglugur-Paiton, Probolinggo.
"Sampai sekarang personel Satpolair bersama TNI AL dan BPBD masih melakukan pencarian. Jasad nelayan hilang belum ditemukan," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi.
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, sebelum dinyatakan hilang Nito pamit pergi melaut bersama dua rekannya, Pak Rus dan Pak Tin. Ketiga nelayan asal Kecamatan Besuki itu bertolak ke tengah laut menggunakan sebuah perahu mesin, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.
Tiga jam kemudian, ketiganya tiba di tengah perairan Banyuglugur. Di sini, para nelayan itu kemudian bermaksud menebar jaring ikan. Saat itulah, Nito konon tiba-tiba hilang dari atas perahunya. Kedua rekannya menduga korban jatuh tercebur ke laut.
Setelah sempat melakukan pencarian dan tidak berhasil menemukan, kedua rekan korban itu memilih pulang untuk mengabarkan hilangnya Nito di tengah laut.
"Dugaan sementara korban terjatuh ke laut dan tenggelam, akibat penyakit epilepsinya mendadak kambuh. Tapi itu baru dugaan awal. Untuk kepastiannya, kami masih menunggu jasad korban ditemukan. Baru setelah itu bisa dilakukan visum untuk mengetahui penyebab kematiannya," tegas AKP Wahyudi.
(fat/fat)











































