Teriakan yel yel penolakan lokalisasi dan golput pun menggema selama keliling. Selama keliling, massa juga menggalang tanda tangan sebagai sikap bersama menolak penutupan Dolly dan Jarak dan pilpres 2014.
Tak sedikit warga dan pemilik warung, tukang becak maupun usaha yang membubuhkan tanda tangannya di spanduk yang dibawa massa.
"Kita akan serahkan penggalangan tandatangan ini ke wali kota. Biar publik tahu, warga Dolly dan Jarak menolak penutupan," kata Apeng, korlap aksi.
Menurut Apeng, warga lokalisasi juga kecewa terhadap pemerintah yang terkesan membunuh warga Dolly dan Jarak.
"Kalau mereka tidak mau tahu nasib kami, ya kami juga tidak mau menghiraukan pemerintah," katanya.
Di Dolly dan Jarak, kata Apenk, terdapat 5 RW. Jumlah warga yang memiliki hak pilih sekitar 17 ribu jiwa. "Kalau pedagang yang ada sekitar 300 orang," kata Apeng.
Aksi itu mengundang perhatian warga yang sedang belanja di Pasar Jarak. Warga pun menyerbu spanduk untuk membubuhkan tanda tangan.
(gik/fat)










































