Tolak Penutupan Dolly dan Jarak, Aksi Ancam Golput Pilpres Digelar

Tolak Penutupan Dolly dan Jarak, Aksi Ancam Golput Pilpres Digelar

- detikNews
Senin, 09 Jun 2014 10:00 WIB
Tolak Penutupan Dolly dan Jarak, Aksi Ancam Golput Pilpres Digelar
Foto: Budi Sugiharto
Surabaya - Puluhan pekerja dan pedagang di lokalisasi Dolly dan Jarak kembali unjuk rasa. Kali ini mereka mengancam akan golput pada Pilpres 2014. Aksi dimulai dari Wisma Permata Biru dan dilanjutkan keliling ke pasar dan perkampungan Jarak dan Dolly, Senin (9/6/2014).

Teriakan yel yel penolakan lokalisasi dan golput pun menggema selama keliling. Selama keliling, massa juga menggalang tanda tangan sebagai sikap bersama menolak penutupan Dolly dan Jarak dan pilpres 2014.

Tak sedikit warga dan pemilik warung, tukang becak maupun usaha yang membubuhkan tanda tangannya di spanduk yang dibawa massa.

"Kita akan serahkan penggalangan tandatangan ini ke wali kota. Biar publik tahu, warga Dolly dan Jarak menolak penutupan," kata Apeng, korlap aksi.

Menurut Apeng, warga lokalisasi juga kecewa terhadap pemerintah yang terkesan membunuh warga Dolly dan Jarak.

"Kalau mereka tidak mau tahu nasib kami, ya kami juga tidak mau menghiraukan pemerintah," katanya.

Di Dolly dan Jarak, kata Apenk, terdapat 5 RW. Jumlah warga yang memiliki hak pilih sekitar 17 ribu jiwa. "Kalau pedagang yang ada sekitar 300 orang," kata Apeng.

Aksi itu mengundang perhatian warga yang sedang belanja di Pasar Jarak. Warga pun menyerbu spanduk untuk membubuhkan tanda tangan.

(gik/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini