Dari dalam toko, pelaku dengan leluasa menguras seluruh perhiasan perak yang ada di etalase. Saat kejadian, toko sedang tutup. Pemiliknya, Kustini, sudah pulang ke rumahnya di Jalan Bawean Situbondo. Demikian juga dengan semua karyawan toko tersebut.
"Kejadiannya diperkirakan dini hari tadi. Toko memang sudah tutup. Pemilik dan semua karyawannya tidur di rumahnya," kata AKP Wahyudi kepada detikcom, Sabtu (7/6/2014).
Kasubbag Humas Polres Situbondo itu menuturkan, sasaran pencuri adalah perhiasan perak yang ada di etalase toko. Sementara yang ada di dalam brankas tidak berhasil ikut digondol oleh pelaku.
"Bentuk perhiasannya ya macam-macam, ada gelang, cincin, kalung dan sebagainya. Total kerugiannya Rp 150 jutaan," sambung Wahyudi.
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, sehari sebelum jadi sasaran pencurian, toko milik Kustini Fatimatus Zahro itu sempat buka. Toko baru ditutup sekitar pukul 20.00 wib, Jumat (6/6).
Kesempatan ini dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Kasus pembobolan itu baru diketahui pagi hari, saat seorang satpam Pasar Mimbaan melihat pintu toko dalam keadaan terbuka. Tahu begitu, si Satpam memberi tahu pemilik toko ke rumahnya. Benar saja, setelah dicek semua perhiasan di etalase sudah raib.
"Kami masih menyelidiki kasus pencurian ini. Masih memintai keterangan saksi-saksi. Mudah-mudahan dalam waktu cepat pelaku sudah bisa diungkap," tandas AKP Wahyudi.
(fat/fat)