Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan alat pendeteksi polusi merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kondisinya sudah rusak.
"Ini mau kita ganti baru, karena itu dulu hibah dari kementerian, peralatannya itu kalau tidak salah harganya itu milyaran," kata Risma kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Jumat (6/6/2014).
Risma mengungkapkan, biaya penggantian spare part alat pendeteksi polusi di jalan sangat tinggi. Sehingga pihaknya akan segera menggantinya dengan yang baru.
"Biaya perawatannya bisa untuk beli baru, kalau ada yang baru kita lepas," ungkapnya.
"Kalau kita merawat, kita rugi karena biaya perawatannya lebih besar mending beli baru," imbuh Risma.
(fat/fat)










































