Salah satu tim operasi kembar siam RSU dr Soetomo, dr Mahrus SpA menjelaskan, rencana kedua bayi akan menjalani tindakan operasi ini selama kurang lebih 2 jam.
"Operasi ini untuk mengetahui kelainan jantungnya. Nanti pada saat operasi tiba-tiba kondisi kedua bayi tidak stabil, maka segera dilakukan operasi pemisahan," kata Mahrus saat dihubungi detikcom, Rabu (4/6/2014).
Mahrus menjelaskan, 100 dokter telah dipersiapkan untuk penyelamatan kedua bayi bila nanti terpaksa harus dipisahkan. 100 Dokter itu terdiri dari spesialis bedah anak, radiologi, anastesi, patologi, jantung, hingga bedah plastik.
Sebelumnya diberitakan Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSU dr Soetomo, menerima bayi kembar siam yang mengalami kelainan Xyphoomphalopagus atau perlekatan di bagian tulang dada paling bawah, perut bagian atas dan liver, Minggu (9/6/2013).
Dokter juga menemukan penyakit Retinopathy of Prematurity (ROP) grid 5 pada salah satu bayi. Hal ini menyebabkan salah satu bayi mengalami kebutaan. Kedua bayi lahir dalam kondisi prematur.
(fat/fat)











































