Sebanyak 14 perwakilan militer negara, atase militer Kedubes Australia, Brunai, Kamboja, Laos, India, Myanmar, Prancis, Pakistan, Singapura, Amerika Serikat, Iran, Vietnam, Brazil, Rusia dan Korea Selatan. Mereka disuguhi tarian dan budaya Banyuwangi sambil menikmati hidangan khas dan Kopai Using Banyuwangi.
"Ini sebagai bentuk promosi kami kepada tamu-tamu atase militer yang melihat puncak Latgab di Asembagus. Jadi jeda waktu ini kita manfaatkan mengundang mereka melihat miniatur Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi kepada detikcom, usai menemani perwakilan militer di Sanggar Genjah Arum, Kemiren, Rabu (4/6/2014).
Promosi ini, kata Bupati Anas, cara efektif mempercepat pengenalan potensi wisata dan budaya Banyuwangi.
"Kita harus tanggap, segala kesempatan kita harus manfaatkan untuk promosikan Banyuwangi," tandasnya.
Sementara itu Komandan Korem 083/ Baladhika Jaya, Kolonel Arm Totok Imam mengaku takjub dengan ide dari Bupati Anas dengan mengundang atase militer untuk menikmati keindahan seni dan budaya Banyuwangi di Sanggar Genjah Arum, Kemiren. Menurutnya sangat jarang seorang kepala daerah memiliki pemikiran memanfaatkan moment mengundang tamu negara ini beramah tamah.
"Sangat jarang ada kepala daerah yang memiliki ide mengundang tamu negara ini. Mereka sangat antusias dengan heritage disini. Kalau mereka biasanya melihat hingar bingar disco, saat ini mereka melihat hal yang tradisional yang dikemas apik," ujarnya kepada detikcom.
Salah satu atase militer dari Kedutaan Besar Australia, Colonel Justine Roocky mengaku takjub dengan atraksi yang dihadirkan di Sanggar Genjah Arum. Menurutnya, saat ini geliat pariwisata Banyuwangi terdengar hingga Australia.
"Geliat pariwisata Banyuwangi sudah terdengar hingga Australia. Siapa yang tidak tau G-land? Sudah pasti mereka sangat suka, apalagi Kawah Ijen," ujarnya dengan bahasa Indonesia yang kurang fasih.
(fat/fat)











































