Sepanjang jalan protokol kota disisir petugas. Tanpa ampun seluruh PKL dan kendaraan yang bertengger di atas trotoar dan disekitar larangan parkir ditindak tegas. Tenda kaki lima dibongkar paksa petugas. Begitu juga kendaraan yang parkir sembarang tempat. Bahkan sejumlah kendaraan terpaksa 'digembosi' roda kendaraannya, karena pemilik membandel tak mematuhi petugas.
"Ini kami lakukan untuk menjadikan kota Banyuwangi lebih tertib dan jalanannya lebih teratur," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Banyuwangi, Suprayogi kepada detikcom saat mengawal razia, Selasa (3/6/2014).
Sempat terjadi ketegangan antara petugas dengan sopir mobil distributor air minum kemasan yang memiliki kantor cabang di wilayah setempat, saat sidak memasuki Jalan Surati, Kelurahan Tumenggungan. Tidak adanya lahan parkir membuat banyaknya pembeli parkir sembarangan. Selain itu mobil distribusi air kemasan mengganggu jalur lalu lintas.
"Dalam aturan kantor distributor harus menyediakan lahan parkir," tegasnya.
Menurut Suprayogi, sidak ini sengaja digelar untuk mempersiapkan penilaian piala Wahana Tata Nugraha (WTN). Rencananya, Kabupaten Banyuwangi akan kedatangan tim juri piala Wahana Tata Nugraha ini pertengahab Juni mendatang, bersama dengan kabupaten/kota yang tergabung dalam kelompok Jatim 5, seperti Situbondo dan Pasuruan.
"Parkir, PKL, terminal, angkutan umum menjadi objek penilaian penghargaan tingkat nasional tertib lalulintas perkotaan ini. Dengan dukungan seluruh elemen warga, kami yakin akan lebih mudah untuk meraih piala Wahana Tata Nugraha," pungkas Suprayogi.
(fat/fat)











































