Namun, Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih siap menampung bila ada PSK yang terjaring razia. Salah satu contoh, 26 PSK dari Lokalisasi Moroseneng yang nekat melayani hidung belang digaruk satpol PP dan dikirim ke Liponsos Keputih akhir pekan lalu.
"Setelah dibina dan diperiksa kesehatannya, dikirim ke Kediri untuk mendapatkan ketrampilan," kata Sri Supatmi, Kepala UPT Liponsos Keputih di kantornya, Selasa (3/6/2014).
Sri Supatmi tak memungkiri jika nantinya tempat yang dipimpinnya bakal menjadi limpahan bila kelak akan razia PSK pascapenutupan.
"Siap tidak siap, ya harus siap. Meski begini (Jumlah overload) inilah lokasinya," kata Sri Supatmi.
PSK yang terjaring razia, kata dia, ditempatkan di Barak C berbaur dengan gelandangan dan pengemis (Gepeng).
"Tidak ada tempat istimewa atau khusus, ya bareng bareng Gepeng di Barak C," katanya.
Saat ini di Liponsos Keputih dihuni 1.385 jiwa. Mereka terdiri penderita psikotik, Gepeng, anak jalanan, lansia. PSK dan waria.
"PSK-nya sekarang yg masih di liponsos hanya 3 orang," tambah Sri Supatmi.
(gik/fat)











































