Direktur Operasional dan Umum Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya, drh Liang Kaspe dengan tegas menepis kabar kematian koleksi satwanya akibat permasalahan di internal KBS.
"Jangan dikait-kaitkan mati dengan masalah KBS, kemudian disini ada kematian. Anak balita pun mati muda," tegas drh Liang Kaspe di KBS, Senin (2/6/2014).
Selain itu, Liang juga membantah kemungkinan matinya Komodo akibat diracun. Menurutnya, kemungkinan diracun sangat tipis.
"Kemungkinan racun itu kecil sekali. Kemungkinan siapa sih ngeracun komodo kita, gak tahu sih tapi itu kemungkinannya di bawah 5 persen," imbuhnya.
Ia mengungkapkan kemungkinan Komodo mati diracun akibat makan tikus yang diracau warga, kemudian dimakan Komodo. "Tapi kemungkinan itu kecil sekali kalau komodo makan tikus," pungkas Liang.
(bdh/bdh)











































